Agustus 2, 2026

Masyarakat dusun jangkar ramai ramai keluhkan jalan ke kampungnya di karenakan sudah hampir 25 tahun tidak pernah di perhatikan oleh Pemda lombok Utara

Masyarakat dusun jangkar ramai ramai keluhkan jalan ke kampungnya di karenakan sudah hampir 25 tahun tidak pernah di perhatikan oleh Pemda lombok Utara

Lombok Utara NTB ll pena.my.id Warga masyarakat dusun jangkar ramai ramai mengeluhkan kondisi akses jalan menuju kampungnya, dikarenakan hampir 25 tahun lamanya akses jalan ini tidak pernah tersentuh oleh Pemda lombok Utara.

Dalam keterangan nya Masyarakat dusun jangkar menerangkan bahwa selama ini kami hanya mendapatkan janji janji pada saat ada maunya saja ungkapnya di hadapan awak media saat di mintai keterangan nya pada Minggu 02/08/2026 pagi.

Semestinya jalan kami ini harus dan wajib mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah,di karenakan di dusun ini ada 2 wihara,1 Musala,dan 1SD,
Tapi kenapa sampai dengan saat ini pemerintah daerah kabupaten Lombok Utara ini mesih diam diam saja ucapnya.

Dan kami khususnya masyarakat dusun jangkar ini merasa seperti di anak tirikan oleh Pemda setempat.
Karena kami merasa tidak ada sama sekali toleransi dan perhatian nya terhadap kami pungkas warga.

Contoh kecil saja pasca bencana gempa bumi tahun 2018 yang meluluhkan rumah kami di dusun ini
Sampai saat ini pun kami di dusun ini berjumlah 68 unit rumah yang tidak tersentuh dengan bantuan bencana gempa bumi tersebut
Padahal rumah kami rata rata rusak berat lalu kenapa pemerintah tidak menghiraukan nasib kami di dusun ini,sementara di dusun dusun lain ada yang dapat dobel rumah bantuan gempa tersebut,ada apa dengan semua ini ucap warga pada Minggu pagi 02/08/2026.

Di samping itu kepala dusun jangkar Aprianto juga menerangkan pihak nya juga berharap supaya Pemda lombok Utara harus mengambil langkah serius untuk menangani jalan ini.

Ya juga mengungkapkan keluhan masyarakat di dusun ini jika ada yang sakit atau melahirkan bisa bisa lahir di jalan karena sulitnya akses menuju kampung ini ungkapnya.

Kami di dusun ini juga sering kali menggotong mayat menuju kampung kami karena tidak bisa masuk akses kendaraan roda 4 ke kampung ini
Contoh nya pada saat orang tua saya meninggal di rumah sakit bulan lalu
Kami mengoton mayat almarhum sepanjang 5 kilo meter dengan menggunakan alat seadanya ucap Kadus jangkar.

Jadi kami bersama masyarakat dusun ini sangat sangat berharap kepada Pemda lombok Utara agar segera membukakan kami akses jalan menuju dusun jangkar guna untuk menciptakan sebuah pemerataan pembangunan dan mempermudah akses pelayanan kepada masyarakat jangkar tutupnya.

(Sab)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *