Agustus 6, 2026

Jadikan Hatimu Tanah Subur demi Menghasilkan Buah Kebaikan

https://pena.my.id | Lauran – Minggu, 12 Juli 2026. Setiap orang menerima Sabda Allah yang sama, namun tidak semua mampu menghasilkan buah kehidupan yang baik. Perbedaan itu bukan terletak pada firman yang disampaikan, melainkan pada kesiapan hati manusia dalam menerima, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itulah yang menjadi inti renungan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan mendasarkan refleksinya pada Injil Matius 13:1–23 tentang perumpamaan seorang penabur.

Benih yang Sama untuk Semua Orang
Mengawali renungannya, Pastor Pius Heljanan, MSC mengutip pengantar Injil, “Benih itu Sabda Allah, penaburnya Kristus.” Menurutnya, Yesus mengisahkan seorang penabur yang menaburkan benih yang sama pada empat jenis tanah.

“Penabur adalah Tuhan, sedangkan jenis tanah melambangkan hati manusia. Tuhan tidak membeda-bedakan manusia. Firman yang sama Dia sampaikan, tetapi ternyata tidak semua hati manusia siap menerimanya dengan baik dan benar,” ujar Pastor Pius Heljanan, MSC.

Melalui perumpamaan tersebut, umat diajak menyadari bahwa Allah selalu menawarkan kasih dan keselamatan kepada setiap orang tanpa membedakan latar belakang maupun keadaan hidup. Namun, hasil yang diperoleh bergantung pada bagaimana setiap pribadi membuka hati terhadap Sabda-Nya.

Hati yang Tertutup Sulit Menghasilkan Buah
Pastor Pius Heljanan, MSC menjelaskan bahwa hati yang masih dikuasai oleh kejahatan akan sulit menjadi tempat bertumbuhnya firman Tuhan. Akibatnya, sabda yang didengar tidak mampu berakar dan perlahan mengering.

“Ada orang yang hatinya masih dikuasai setan; cirinya suka benci, dendam, iri, sulit memaafkan, suka menghakimi, selalu berkata kotor, dan lain-lain. Firman tidak berakar, kering, lalu mati,” tutur Pastor Pius Heljanan, MSC.

Menurutnya, berbagai sikap negatif tersebut menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengalami pertumbuhan iman. Ketika hati dipenuhi kebencian dan egoisme, firman Tuhan kehilangan ruang untuk bertumbuh dan menghasilkan perubahan hidup.

Hati yang Bersih Melahirkan Buah Kasih
Sebaliknya, Pastor Pius Heljanan, MSC menegaskan bahwa hati yang dipenuhi kehadiran Allah akan menjadi tanah yang subur bagi pertumbuhan Sabda Tuhan. Dari hati seperti itulah lahir berbagai tindakan nyata yang membawa damai bagi sesama.

“Ada orang yang hatinya bersih karena Allah bertakhta di dalamnya; cirinya cinta damai, mudah memaafkan, peduli sesama, suka berbagi, rendah hati, dan lain-lain. Firman Tuhan tumbuh di hati, berbuah kebaikan,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC.

Ia mengajak umat agar terus membangun kehidupan yang dilandasi kasih, kerendahan hati, dan kepedulian sehingga firman yang diterima tidak berhenti sebagai pendengaran, melainkan menjadi kesaksian hidup.

Menutup renungannya, Pastor Pius Heljanan, MSC menyampaikan pesan sederhana namun mendalam sebagai ajakan bagi seluruh umat. “Tumbuhkanlah kasih di hatimu, maka terpancarlah keindahan dari dirimu untuk sesama.”

Pesan Injil Matius 13:1–23 mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi tanah yang subur bagi Sabda Allah.

Ketika hati dibersihkan dari kebencian, iri hati, dan dendam, firman Tuhan akan bertumbuh, mengakar kuat, serta menghasilkan buah kasih yang menghadirkan damai, sukacita, dan harapan bagi sesama.(jk)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *