Calon Rio Mulya Jaya, Surip Tegaskan ‘Tak Mudah Disetir’
BUNGO pena.my.id Situasi politik Dusun Mulya Jaya, Kecamatan Pelepat, Bungo saat ini semakin hangat menghadapi Pemilihan Rio (Kades) serentak tahun 2026. Seiring mencuatnya isu-isu miring yang dimainkan untuk menjatuhkan lawan politik.
Suripno salah satu calon kuat Rio Dusun Mulya Jaya, secara tegas menampik bisa disetir jika ia terpilih sebagai Rio Dusun Mulya Jaya. Semua kebijakan yang akan dijalankan nantinya adalah hasil musyawarah bukan semata-mata keputusan sepihak.
“Meskipun saya masih muda, tapi saya tidak mudah disetir oleh siapapun. Berkomunikasi dengan keluarga dan masyarakat meminta restu itu kan wajar saja, sambil mendengar harapan-harapan mereka untuk kemajuan Dusun kita. Semua masukan itu kita tampung, kita pelajari, kita kaji terlebih dahulu. Namun yang kita jalankan tentu hasil musyawarah bersama nantinya, bukan keputusan sepihak,” tegas Surip, Sabtu (06/06/2026).
Abu Bakar mantan Rio Dusun Mulya Jaya 2 periode dan mantan anggota DPRD Bungo 2014-2019 menyebut bahwa Surip adalah sosok muda yang memiliki independensi kuat, berintegritas tinggi, dan tidak mudah dikendalikan oleh pihak tertentu.
“Anak ini (Surip-red) orangnya sangat berprinsip, tidak mudah dikendalikan oleh pihak tertentu, dia tegas dan sangat peduli,” kata Abu Bakar.
Surip mengajak semua pihak terutama Tim dan pendukungnya agar mewarnai demokrasi tingkat Dusun Mulya Jaya mengedepankan politik santun.
“Kita jual visi misi, kita jual program apa yang akan kita buat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Dusun kita ini, keluhan-keluhan warga kita selama ini harus didengar, kita cari jalan keluarnya, agar semua berjalan sesuai harapan masyarakat selama ini. Tidak perlu saling menjelek-jelekan, harus santun,” ajak sosok muda berusia 30 tahun ini.
Majunya Surip pada Pilrio Dusun Mulya Jaya 2026 dinilai sudah sangat tepat. Alasanya, karena Surip lahir dan besar di Dusun Mulya Jaya. Sejak kecil, Surip diam-diam memperhatikan segala aspek yang ada di Dusun tercintanya. Untuk itu, anak bungsu dari 4 bersaudara tersebut mengaku tahu betul apa saja yang menjadi harapan masyarakat diberbagai lini.
“Keluhan dan keinginan masyarakat Dusun ini sudah saya pelajari, dan itu akan jadi perhatian utama saya,” katanya.
Selain itu kata Surip, kunci utama birokrasi Dusun yang efektif terletak pada transparansi, kapasitas aparatur, dan akurasi data. Ini memastikan pelayanan publik berjalan cepat dan alokasi dana Dusun tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan serta memajukan masyarakat.
“Namun kuncinya, adalah Pemerintah Dusun wajib transparan kepada masyarakat. Birokrasi pemerintah Dusun harus berjalan dengan baik, agar tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat. Semua perangkat Dusun punya Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing, mereka diberikan amanah dan harus bertanggungjawab benar-benar bekerja dengan baik, tidak boleh ada yang ‘double job’ termasuk Rio,” tegas Surip.
“Kepentingan saya mencalonkan diri cuma satu, ingin mengabdikan diri untuk masyarakat dan membenahi semua aspek yang menjadi keluhan masyarakat agar lebih maju, minimal sejajar dengan Dusun-dusun maju yang ada di Kuamang Kuning ini, tidak ada alasan lain,” ucap Surip.
Diketahui, di Kabupaten Bungo ada 29 Dusun yang bakal menggelar Pilrio serentak tahun 2026. Helat demokrasi tingkat Dusun tersebut akan berlangsung pada 24 Juni 2026.
Jurnalis m.zainudin Chaniago

