Agustus 6, 2026

UAS Unik di Magister Pendidikan Dasar UNIMEN, Mahasiswa Presentasikan Ide Bisnis Pendidikan Lewat Mini Exhibition

UAS Unik di Magister Pendidikan Dasar UNIMEN, Mahasiswa Presentasikan Ide Bisnis Pendidikan Lewat Mini Exhibition

ENREKANG,06.08.2026// pena.my.id – Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) di Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) berlangsung dengan cara yang berbeda dari biasanya. Alih-alih mengerjakan soal tertulis di ruang kelas, mahasiswa mempresentasikan berbagai gagasan bisnis dan inovasi pendidikan melalui Mini Exhibition Ide Kewirausahaan Pendidikan yang digelar di Aula Kampus I UNIMEN, Jumat (24/7/2026).

Pameran tersebut menjadi bentuk evaluasi Mata Kuliah Pendidikan Kewirausahaan yang menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Melalui metode ini, setiap kelompok mahasiswa ditugaskan merancang solusi atas berbagai persoalan pendidikan, kemudian mengembangkannya menjadi produk atau layanan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial.

Beragam inovasi ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari media pembelajaran, platform digital pendidikan, layanan bimbingan belajar, produk edukatif, hingga model usaha berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Ismaya dan Dr. Saidang, melakukan penilaian terhadap setiap karya berdasarkan orisinalitas gagasan, tingkat inovasi, kelayakan usaha, manfaat bagi dunia pendidikan, serta kemampuan mahasiswa mempresentasikan ide melalui sesi pitching.

“Kami ingin mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori. Mereka harus mampu melihat persoalan pendidikan sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang inovatif, menyusun model bisnis, mengomunikasikan gagasan secara profesional, sekaligus menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan benar-benar memiliki manfaat,” ujar Dr. Ismaya.

Selama pameran berlangsung, setiap kelompok membuka stan yang menampilkan poster ilmiah, banner promosi, prototipe produk, media pembelajaran, brosur, hingga simulasi layanan. Para pengunjung juga dapat berdiskusi langsung dengan mahasiswa mengenai konsep, strategi bisnis, serta potensi implementasi dari setiap inovasi yang dipamerkan.

Menurut Dr. Ismaya, model evaluasi berbasis proyek memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kompetensi mahasiswa dibandingkan ujian konvensional.

“Mahasiswa tidak hanya dinilai dari kemampuan mengingat teori, tetapi juga dari kreativitas, berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi, berkomunikasi, dan mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi maupun manfaat sosial. Kompetensi seperti inilah yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Saidang menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan harus mampu memberikan pengalaman nyata agar mahasiswa memiliki keberanian membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.

“Perguruan tinggi perlu menghadirkan pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” katanya.

Melalui model evaluasi tersebut, mahasiswa menjalani seluruh tahapan pengembangan sebuah usaha, mulai dari mengidentifikasi permasalahan pendidikan, merancang solusi, menyusun model bisnis, mempromosikan produk, hingga mempresentasikannya di hadapan calon pengguna.

Bagi UNIMEN, pelaksanaan Mini Exhibition ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Pendekatan berbasis proyek diharapkan tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga membuka peluang agar ide-ide mahasiswa berkembang menjadi produk dan layanan yang dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
Redaksi: Yd
Editor: Yd

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *