
GRESIK — www.pena.my.id // Di tengah berbagai dinamika sosial dan isu intoleransi yang kerap mencuat di ruang publik, secercah harapan dan teladan menyejukkan justru lahir dari sebuah permukiman warga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Warga Perumahan The Lotus, RT 23/RW 06, Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, menunjukkan potret nyata keharmonisan hidup berdampingan dalam keberagaman suku, agama, dan ras (SARA).
Pada Rabu malam, 30 September 2026, sebuah pemandangan penuh kesejukan tersaji di Blok T perumahan tersebut. Suasana kekeluargaan dan rasa saling menghormati terlihat jelas ketika dua kelompok warga dari keyakinan berbeda saling bergantian menjalankan ibadah dengan penuh khidmat, disaksikan dan didukung oleh suasana lingkungan yang saling menjaga.

Sebaliknya, bentuk penghormatan timbal balik juga ditunjukkan tatkala jemaat Kristiani memulai waktu ibadah mereka untuk memuji dan menyembah Tuhan, di mana warga Muslim setempat turut menciptakan suasana yang tenang dan kondusif.
”Kami warga di perumahan ini, The Lotus, ya seperti ini. Kami hidup rukun tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan ras. Seperti yang terlihat sekarang, disaat ibu-ibu pengajian mengaji dan melantunkan sholawat, kami menunggu sampai mereka selesai. Dan sebaliknya, saat kami mulai beribadah, ibu-ibu Muslim pun hening,” ungkap salah seorang warga Perumahan The Lotus.
Apa yang ditunjukkan oleh warga Perumahan The Lotus bukan sekadar toleransi di atas kertas, melainkan praktik hidup sehari-hari yang dibangun atas dasar empati, komunikasi, dan rasa saling memiliki sebagai sesama warga bangsa.

Suasana yang nyaman, indah, dan damai ini menjadi bukti kuat bahwa kedamaian di Indonesia sejatinya dapat terwujud dimulai dari tingkat rukun tetangga dan komunitas terkecil.
Melalui siaran pers ini, warga Perumahan The Lotus berharap kisah sederhana namun sarat makna ini dapat menjadi inspirasi, teladan, serta pemantik semangat bagi seluruh masyarakat di berbagai penjuru nusantara untuk terus merawat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rasanya nyaman, indah, dan damai, kalau rasa toleransi ini tetap dijaga dan dipelihara di negeri ini.
Author: Wilson
