April 27, 2026

Wisuda Unitomo 2026: Arri Prasetiyawan Pratama Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

Wisuda Unitomo 2026: Arri Prasetiyawan Pratama Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

SURABAYA – www.pena.my.id // Momen membanggakan dirasakan Arri Prasetiyawan Pratama yang resmi dinyatakan lulus dari Universitas Dr. Soetomo pada Minggu (26/4/2026). Prosesi wisuda tersebut digelar khidmat di Dyandra Convention Center dengan diikuti ratusan wisudawan dari berbagai fakultas.

Dalam kesempatan tersebut, Arri Prasetiyawan Pratama resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.), menambah capaian akademiknya setelah sebelumnya juga meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Ia mengungkapkan harapannya agar kedua disiplin ilmu tersebut dapat dikolaborasikan secara maksimal untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Dengan gelar yang baru ini, saya ingin menggabungkan ilmu hukum dan ekonomi agar bisa berkontribusi lebih luas, khususnya dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Arri juga menegaskan bahwa semangat belajar tidak dibatasi oleh usia. Di usianya yang kini menginjak 41 tahun, ia membuktikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas diri.

“Belajar itu tidak mengenal usia. Selama kita masih punya kemauan, kesempatan itu selalu ada,” tambahnya.

Tak berhenti di jenjang sarjana, pria kelahiran Banyuwangi tersebut juga menyampaikan rencananya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2). Baginya, menuntut ilmu setinggi mungkin merupakan investasi penting untuk masa depan.

Saat ini berdomisili di Krian, Sidoarjo, Arri dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan aktif di tengah masyarakat. Kepribadiannya yang rendah hati membuatnya dekat dengan berbagai elemen sosial.

Ia berharap pencapaiannya ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anaknya. Sebagai ayah dari tiga orang anak, Arri ingin mereka mampu meraih pendidikan yang lebih tinggi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Saya ingin ini menjadi contoh bagi anak-anak saya agar terus semangat belajar dan bisa mencapai jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Di momen penuh haru tersebut, Arri juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dosen dan staf di Universitas Dr. Soetomo yang telah membimbingnya selama masa perkuliahan.

Ucapan terima kasih tak lupa ia sampaikan kepada kedua orang tuanya, serta secara khusus kepada istri dan anak-anaknya yang selalu memberikan dukungan dan doa.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya, terutama keluarga saya yang selalu ada dalam setiap proses perjalanan ini,” tutupnya.

Wisuda ini menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seseorang meraih impian, sekaligus menjadi inspirasi bahwa pendidikan adalah perjalanan sepanjang hayat.

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Libas Tanpa Ampun Mafia Huntara Bener Meriah! Prof. Dr. Sutan Nasomal: Oknum Lahap Uang Rakyat Harus Diseret ke Meja Hijau! Prof. Dr. Sutan Nasomal: Jangan Lindungi Pelaku, Bongkar Permainan Kotor Huntara! Prof. Dr. Sutan Nasomal: Kejahatan Dana Bencana Tak Boleh Dibiarkan! Prof. Dr. Sutan Nasomal: Rakyat Jadi Korban, Penjahat Huntara Harus Dihukum Berat! Ketua SWI: Jangan Ada “Main Mata” dalam Pembangunan Huntara di Bener Meriah Bener Meriah, Jumat 24 April 2026 Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) DPW Bener Meriah, Adis Atim Rohmansah, menegaskan agar tidak ada praktik “main mata” antara pihak pelaksana (vendor) dengan pihak terkait dalam pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Bener Meriah. Pernyataan ini disampaikan menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang saat ini sudah menempati huntara di sejumlah lokasi. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, berbagai persoalan masih ditemukan, mulai dari kualitas material hingga aspek keselamatan penghuni. Sejumlah keluhan tersebut di antaranya bak fiber kamar mandi yang kurang layak, ketebalan semen yang dinilai terlalu tipis, serta instalasi listrik yang belum sepenuhnya berfungsi. Bahkan, ditemukan kasus korsleting listrik (nyetrum) di sekitar tiga unit rumah, diduga akibat penggunaan rangka baja ringan yang tidak diimbangi dengan sistem pengamanan listrik yang memadai. Hal ini menimbulkan rasa khawatir bagi para penghuni. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi bangunan yang bocor, baik pada bagian atap seng maupun dinding akibat tempias hujan, sehingga mengurangi kenyamanan tinggal. Struktur rangka bangunan disebut tidak sesuai spesifikasi, sementara lantai yang tipis dilaporkan sudah mengalami retak dan pecah. Di Huntara Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, bahkan terdapat beberapa unit yang ditinggalkan penghuninya karena air hujan masuk dari bagian belakang rumah akibat tidak adanya saluran drainase yang memadai. Adis Atim Rohmansah meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak pelaksana yang bertanggung jawab. Ia menegaskan, alasan belum dilakukan serah terima tidak bisa dijadikan pembenaran, mengingat masyarakat sudah menempati hunian tersebut. “Bangunan ini bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Maka harus sesuai dengan gambar dan RAB. Kami minta seluruh keluhan masyarakat segera ditindaklanjuti dan pihak terkait dipanggil untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya,” tegasnya. Sementara itu, pakar hukum pidana internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa dugaan permainan dalam proyek huntara harus ditindak tegas demi keadilan bagi masyarakat terdampak bencana. “Permasalahan yang ada dalam lingkaran huntara di Bener Meriah harus dilibas untuk memberikan efek jera. Jangan sampai ada oknum yang ‘lahap’ uang rakyat kecil yang sedang tertimpa musibah. Hukum harus hadir dan berpihak kepada masyarakat yang dirugikan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2026), dari kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta. Ia menambahkan, jika terbukti terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, maka aparat penegak hukum harus segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan penindakan sesuai aturan yang berlaku. Dengan adanya sorotan dari berbagai pihak, diharapkan pembangunan huntara di Bener Meriah dapat segera diperbaiki dan benar-benar memenuhi standar kelayakan, sehingga masyarakat dapat tinggal dengan aman dan nyaman.(Team Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *