Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Saddang Enrekang Bernilai Rp11,8 Miliar, Membentang dari Juppandang hingga Karueng
Enrekang, 13.08.2026 // Pena.my.id — Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir Sungai Saddang di Kabupaten Enrekang terus berjalan. Proyek yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS Pompengan Jeneberang), tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman luapan sungai.
Pembangunan pengendalian banjir Sungai Saddang ini membentang mulai dari Kelurahan Juppandang hingga Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Salah satu titik pekerjaan berada di sekitar Jembatan Sudda, Desa Karueng.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, paket pekerjaan tersebut bernama “Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Saddang Kabupaten Enrekang.” Pekerjaan dilaksanakan oleh SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam papan proyek tercantum nomor kontrak HK 0201/Bbws11.7.4/SPK/VI/01, dengan tanggal kontrak 30 Juni 2026. Jenis kontrak yang digunakan adalah unit price, dengan nilai kontrak sebesar Rp11.815.451.000.
Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 165 hari kalender atau sekitar lima setengah bulan. Penyedia jasa yang tercantum pada papan informasi proyek adalah CV. Sejahtera Acap, sedangkan konsultan supervisi tercantum CV. Wijaya Rancang Utama.
Menggunakan Material Batu untuk Konstruksi Tanggul.
Dalam proses pembangunan tanggul pengendalian banjir Sungai Saddang, terdapat penggunaan material batu sebagai salah satu bagian penting dari konstruksi.
Salah satu pengawas proyek yang ditemui media di lokasi pembangunan pada hari Kamis 12.08.2026 menjelaskan mengenai istilah material batu yang digunakan di lapangan. Menurutnya, masyarakat lebih mudah mengingat material tersebut dengan istilah “batu gajah” dan “batu kambing.”
“Kalau istilah yang mudah kita ingat di lapangan, ada batu gajah dan batu kambing,” ujar salah satu pengawas proyek saat ditemui media di lokasi pekerjaan.
Untuk material yang disebut batu gajah, pengawas menjelaskan bahwa batu yang digunakan memiliki ukuran atau bobot yang cukup besar. Namun, informasi mengenai ukuran maupun berat batu tersebut tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang ditetapkan dalam dokumen proyek.
Dalam penjelasan di lapangan, disebutkan bahwa berat batu yang digunakan berada pada kisaran 100–200 kilogram per batu. Sementara istilah batu kambing digunakan untuk menyebut batu dengan ukuran yang lebih kecil.
Istilah tersebut disebut digunakan agar lebih mudah dipahami dan diingat ketika menjelaskan jenis material yang digunakan dalam pembangunan tanggul.
Tinggi Tanggul Sekitar 3,5 Meter
Selain menjelaskan mengenai material batu, pengawas proyek juga menerangkan kondisi konstruksi tanggul yang sedang dikerjakan.
Menurut keterangan pengawas saat ditemui media di lokasi pembangunan pengendalian banjir Sungai Saddang, tinggi tanggul yang dibangun sekitar 3,5 meter dari muka tanah, sesuai dengan bagian pekerjaan yang sedang dikerjakan di lokasi tersebut.
Pembangunan tanggul dengan struktur pengendalian aliran sungai ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan di sekitar Sungai Saddang dari potensi luapan air.
Namun demikian, ukuran, elevasi, susunan material, serta kualitas konstruksi tentunya harus mengacu pada gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.
Membentang dari Juppandang hingga Karueng
Pembangunan pengendalian banjir yang membentang dari Kelurahan Juppandang hingga Desa Karueng dinilai menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan perlindungan kawasan di sekitar Sungai Saddang.
Keberadaan tanggul diharapkan mampu mengurangi risiko air sungai meluap ke kawasan permukiman maupun lokasi aktivitas masyarakat ketika debit sungai meningkat.
Salah satu lokasi pekerjaan yang menjadi perhatian berada di sekitar Jembatan Sudda, Desa Karueng. Masyarakat berharap proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan serta memberikan manfaat nyata bagi warga.
Media dan Masyarakat Didorong Aktif Mengawasi
Dalam pelaksanaan proyek infrastruktur pemerintah, keterlibatan masyarakat dan media dalam pengawasan sosial dinilai penting.
Pengawasan publik bukan berarti mengganggu pelaksanaan pekerjaan, tetapi menjadi bagian dari kontrol agar pembangunan berjalan transparan dan sesuai ketentuan.
Media juga dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai nilai proyek, sumber anggaran, lokasi pekerjaan, waktu pelaksanaan serta perkembangan pembangunan.
Apabila ditemukan persoalan di lapangan, seperti pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi, kerusakan lingkungan, atau gangguan terhadap masyarakat, hal tersebut dapat disampaikan kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk mendapatkan penjelasan.
Papan proyek yang terpasang di lokasi juga mencantumkan pesan kepada masyarakat:
“Pekerjaan ini terlaksana atas partisipasi Anda membayar pajak.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur pemerintah juga bersumber dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak. Karena itu, transparansi dan pengawasan publik menjadi penting untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat maksimal.
Diharapkan Beri Rasa Aman bagi Warga
Pembangunan pengendalian banjir Sungai Saddang dari Kelurahan Juppandang hingga Desa Karueng diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Enrekang.
Dengan adanya tanggul dan sistem pengendalian sungai yang lebih baik, risiko luapan air ke kawasan masyarakat diharapkan dapat ditekan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kondisi Sungai Saddang dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan di sekitar tanggul.
Proyek senilai Rp11,8 miliar tersebut diharapkan dapat terlaksana secara transparan, tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis, sehingga benar-benar memberikan manfaat serta rasa aman bagi masyarakat di sepanjang kawasan Sungai Saddang, khususnya dari Juppandang hingga Karueng.
Redaksi Yd
Editor Yd


