Agustus 18, 2026

Isran Noor: Anak Desa Sangkulirang yang Mengabdi Untuk Kaltim Bergelar DoktorDr. Ir. H. Isran Noor, M.Si.

Sangkulirang Kalimantan Timur merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan lahir di daerah terpencil bukan penghalang untuk mengabdi secara luas bagi provinsi.

Pria berdarah Kutai-Banjar ini lahir di Sangkulirang, sebuah kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada 20 September 1957. Tumbuh besar sebagai anak desa, ia menempa fondasi kepemimpinan dan dedikasinya sejak masa sekolah di tanah kelahirannya

sebelum akhirnya merantau demi menuntut ilmu ke ibu kota provinsi.
-Akar Pendidikan di Faperta Unmul
langkah awal dedikasi akademis dan profesionalnya di bidang pembangunan daerah dimulai saat ia menempuh pendidikan Strata 1 (S1). Isran Noor tercatat sebagai alumni Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman

(Faperta Unmul) yang lulus pada tahun 1980. Selama masa kuliah, ia dikenal sangat aktif berorganisasi dan bahkan sempat dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Faperta Unmul.

Ilmu pertanian yang diperoleh dari kampus kebanggaan Kaltim ini langsung ia praktikkan pasca-kelulusan dengan mengawali karier sebagai tenaga penyuluh pertanian lapangan. Pengalaman langsung menyentuh masyarakat bawah di pedalaman inilah yang mempertajam kepekaan sosial dan komitmennya terhadap hajat hidup orang banyak.

Kedekatan emosionalnya dengan almamater terus terjaga hingga ia dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul selama beberapa periode.
Meraih Gelar Doktor dan Pengabdian untuk Bumi Etam Tidak cepat puas dengan ilmu yang dimilikinya, Isran Noor terus melanjutkan pendidikan tinggi di sela-sela kesibukannya mengabdi pada birokrasi dan politik daerah. Puncaknya, ia berhasil meraih gelar Doktor (S3) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada tahun 2014.

Seperti yang terlihat pada ringkasan disertasi yang dipegangnya dalam gambar, penelitian doktoralnya berfokus pada desentralisasi pemberian izin pertambangan batu bara dalam penyelenggaraan otonomi daerah di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
Gelar doktor yang ia sandang bukan sekadar pajangan akademis, melainkan kompas ilmiah yang ia terapkan dalam membuat berbagai kebijakan strategis demi kemaslahatan masyarakat. Pengabdian panjangnya bagi Provinsi Kalimantan Timur terbentang luas melalui rekam jejak kepemimpinannya yang mumpuni, mulai dari menjadi Wakil Bupati Kutai Timur, Bupati Kutai Timur, hingga puncaknya dipercaya sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2018–2023.

Perjalanan Isran Noor dari seorang anak desa di pesisir Sangkulirang hingga menjadi seorang intelektual bergelar doktor dan pemimpin tertinggi di Kalimantan Timur senantiasa menjadi inspirasi. Kisah hidupnya membuktikan bahwa dengan ketekunan belajar di bangku kuliah seperti Faperta Unmul, anak daerah mampu kembali dan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan serta kedaulatan tanah kelahirannya.

Bang Zawir

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *