Agustus 16, 2026

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa 

Www.my.id.//

Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24 WIB mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Gempa utama berpusat di laut utara Flores dengan kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat dan Kota Bima. Gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros.

Pasca gempa utama, tercatat sedikitnya empat gempa susulan dengan magnitudo antara M5,5 hingga M6,2. Seluruh gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa yang tersebar di sejumlah kabupaten di Pulau Flores. Sebanyak 11 orang mengalami luka ringan dan 2.000-an warga mengungsi dari daerah pesisir.

Ratusan bangunan dan rumah rusak parah. Suharyanto mengatakan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Korban jiwa per 15.00 WIB, ya. WIB. Per 15.00 WIB, 38 jiwa meninggal dunia, ya. Dua jiwa luka berat, 11 jiwa luka ringan, 2.000 mengungsi,” kata Suharyanto.

RINCIAN KORBAN GEMPA FLORES

1. Kabupaten Sikka:

– 3 orang meninggal dunia, yakni Meliana Nenong, Bernardus Muda, dan Sofia.

– 2 orang luka ringan.

2. Kabupaten Manggarai

– 16 orang meninggal dunia. Enam korban telah teridentifikasi, yakni Stefanus, Fabian, Neno, Resni, Manus, dan Yul. Ada 10 korban lainnya belum teridentifikasi.

3. Kabupaten Ende

– 1 orang meninggal dunia (Martina Wona).

4. Kabupaten Manggarai Barat

– 1 orang meninggal (belum teridentifikasi).

5. Kabupaten Manggarai Timur

– 17 orang meninggal (belum teridentifikasi).

Redeksi pena

Esok Lafu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *