Agustus 1, 2026

Petani Laoli Menangis Kehilangan Lahan, Pengosongan Kawasan PSN di Luwu Timur Berlanjut

LUWU TIMUR, pena.my.id – Pengosongan lahan yang masuk dalam kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pembangunan kawasan industri PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kembali memicu keprihatinan. Sejumlah warga mengaku kehilangan tempat tinggal dan lahan garapan yang telah mereka kelola selama puluhan tahun.

Di tengah berbagai pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya peran petani sebagai penyangga ketahanan pangan nasional serta komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan mereka, kondisi yang dialami para petani di Dusun Laoli dinilai bertolak belakang dengan harapan tersebut.

Pengosongan lahan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (30/7/2026) hingga Jumat (31/7/2026). Warga menyebut rumah beserta sejumlah aset mereka dibongkar sebagai bagian dari proses penertiban lahan yang menjadi lokasi pembangunan kawasan industri dalam proyek PSN.

Pada Jumat (31/7/2026), ratusan personel gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan TNI kembali memasuki kawasan Dusun Laoli. Sehari sebelumnya, aparat gabungan yang dipimpin Satpol PP Kabupaten Luwu Timur telah melakukan pembongkaran sejumlah rumah warga dalam rangka pengosongan lahan.

Meski sebagian warga telah mendirikan bangunan darurat di halaman masjid yang masih berdiri di kawasan tersebut sebagai tempat tinggal sementara, aparat kembali melakukan pembongkaran terhadap bangunan-bangunan tersebut.

Menurut keterangan warga, pembongkaran dilakukan saat sejumlah ibu sedang memasak untuk kebutuhan makan siang keluarga mereka. Warga sempat melakukan penolakan, namun pembongkaran tetap berlangsung hingga bangunan darurat yang menjadi tempat berteduh puluhan jiwa itu akhirnya dibongkar.

Peristiwa tersebut memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat. Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dapat membuka ruang dialog dan mencari solusi yang mengedepankan aspek kemanusiaan, terutama terkait nasib warga yang terdampak pengosongan lahan.

Harapan itu juga ditujukan kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang akrab disapa Ibas, dan saat ini memimpin Kabupaten Luwu Timur untuk periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Puspawati Husler. Warga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi penyelesaian yang adil melalui dialog antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur maupun pihak PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP) terkait pelaksanaan pengosongan lahan tersebut, dasar pelaksanaannya, serta langkah penanganan terhadap warga yang terdampak.
Redaksi Yd
Editor Yd

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *