Agustus 13, 2026

Perkuat Kesiapsiagaan Penerbangan, Kantor SAR Banyuwangi dan Bandara Notohadinegoro Jember Tandatangani PKS

Banyuwangi pena.my.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi dan Bandar Udara Notohadinegoro Jember memperkuat sinergi dalam bidang pencarian dan pertolongan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat penerbangan di wilayah Jember dan sekitarnya.

Penandatanganan PKS tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun koordinasi yang efektif, cepat, tepat, dan terintegrasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan bahwa kerja sama dengan Bandar Udara Notohadinegoro memiliki arti penting dalam memperkuat sistem keselamatan penerbangan.

“Kerja sama ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap unsur memahami tugas, peran, prosedur, dan mekanisme koordinasi ketika terjadi keadaan darurat,” ujar I Made Oka Astawa.

Ia menjelaskan, meningkatnya aktivitas penerbangan harus diiringi dengan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan kedaruratan. Untuk itu, diperlukan kesiapan personel, sarana dan prasarana, komunikasi, serta prosedur operasi yang jelas.
Menurutnya, sinergi tersebut akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, antara lain pertukaran informasi, peningkatan kapasitas personel, latihan bersama, table top exercise, simulasi penanganan keadaan darurat, serta evaluasi terhadap prosedur dan mekanisme koordinasi.

“Dalam operasi SAR, kecepatan, ketepatan dan keselamatan merupakan satu kesatuan. Kita harus mampu bergerak cepat, mengambil tindakan yang tepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” tegasnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi memiliki wilayah kerja yang mencakup Kabupaten Jember. Kondisi tersebut menjadikan kolaborasi dengan berbagai stakeholder di wilayah Jember sebagai bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan SAR.
I Made Oka Astawa menegaskan bahwa keberhasilan operasi SAR membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

“Kami tidak mungkin bekerja sendiri. Bandara, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, rumah sakit, BMKG, AirNav, unsur kebencanaan, dunia akademis, media, dan masyarakat harus menjadi satu ekosistem keselamatan,” ungkapnya.
Melalui PKS ini, diharapkan terbangun pola koordinasi yang semakin kuat antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi dengan Bandar Udara Notohadinegoro Jember, khususnya dalam menghadapi kecelakaan pesawat udara, kondisi darurat penerbangan, maupun kejadian lain yang membutuhkan respons SAR.

Kerja sama tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi dapat diwujudkan melalui program dan kegiatan nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kompetensi, serta kemampuan respons seluruh unsur terkait.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bandar Udara Notohadinegoro Jember atas komitmen dan kepercayaan untuk membangun kerja sama ini. Karena bagi kami, satu nyawa sangat berharga dan setiap detik sangat menentukan,” pungkas I Made Oka Astawa.

(wawan)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *