BANYUWANGI – PENA MY ID com. Pelabuhan Ketapang, pintu gerbang utama penyeberangan ke Pulau Bali, kembali dibanjiri kendaraan hingga menimbulkan kemacetan parah. Pantauan di lapangan menunjukkan antrian kendaraan yang mengular panjang, diperkirakan mencapai jarak sekitar 2 kilometer dari pintu masuk pelabuhan.
Kepadatan lalu lintas ini didominasi oleh kendaraan-kendaraan berat, terutama truk pengangkut logistik antar pulau yang memenuhi jalur antrean. Namun, menurut keterangan petugas yang bertugas di lokasi, penyebab utama melonjaknya volume kendaraan dan terjadinya penumpukan ini adalah tingginya arus perjalanan wisatawan yang hendak berlibur ke Bali, berbarengan dengan dimulainya masa libur sekolah.
“Kondisi saat ini sangat padat. Lonjakan jumlah wisatawan yang ingin menyeberang bertepatan dengan libur sekolah, ditambah arus distribusi barang antar pulau yang tetap berjalan lancar, membuat kapasitas pelabuhan harus bekerja ekstra. Akibatnya, antrean kendaraan, baik pribadi maupun truk berat, mengular hingga hampir 2 kilometer,” ungkap salah satu petugas pengatur lalu lintas di Pelabuhan Ketapang, Kamis (25/6/2026).
Kendaraan bergerak sangat lambat, menimbulkan waktu tunggu yang cukup lama bagi para pengguna jasa penyeberangan. Tidak hanya kendaraan pribadi, deretan truk besar yang membawa kebutuhan pokok dan barang dagangan terlihat memenuhi bahu jalan dan jalur masuk pelabuhan, menyatu dengan kendaraan keluarga yang membawa anak-anak berlibur.
Pihak pengelola pelabuhan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan telah menurunkan personel tambahan untuk mengatur arus kendaraan dan mengurai kemacetan. Pengaturan dilakukan agar antrean tetap bergerak maju secara bergantian, meskipun kecepatan pergerakan masih terbatas mengingat tingginya jumlah kendaraan yang harus dilayani.
Para wisatawan dan pengemudi kendaraan diimbau untuk bersabar, menyiapkan waktu lebih lama, dan mematuhi petunjuk petugas di lapangan. Diharapkan puncak arus perjalanan ini dapat segera terurai dan pelayanan penyeberangan kembali berjalan lebih lancar dalam beberapa hari ke depan seiring berkurangnya lonjakan kedatangan kendaraan.
Reporter: (wly )

