JEMBER- PENA MY ID COM. Juli 2026 – Isu beredarnya nota pembelian paket seragam senilai Rp1,7 juta untuk siswa baru di SMK Negeri 5 Jember masih menjadi sorotan publik. Namun hingga saat ini, upaya konfirmasi langsung kepada pihak sekolah menemui jalan buntu; pihak manajemen maupun pejabat berwenang dinilai sulit dihubungi dan seolah menghindar dari pertanyaan media.
Upaya Konfirmasi Belum Berhasil
Sejak isu ini menyebar, awak media telah berulang kali mencoba menghubungi nomor kontak resmi sekolah serta perwakilan kepala sekolah melalui pesan WhatsApp. Namun pesan hanya terbaca tanpa ada balasan sama sekali.
Saat tim Media Pena & detiknews86 mendatangi lokasi sekolah secara langsung, petugas yang ditemui di lokasi beralasan pimpinan sedang tidak ada di tempat, berhalangan hadir, atau menolak memberikan keterangan dengan alasan belum ada izin resmi. Tidak ada satu pun pejabat struktural yang bersedia memberikan tanggapan terkait nominal biaya maupun dugaan pemaksaan pembelian seragam.
“Sangat sulit mendapatkan jawaban yang jelas. Baik lewat pesan maupun datang langsung ke sekolah, kami seolah dihindari. Padahal masyarakat berhak mengetahui kejelasan soal biaya yang mencapai Rp1,7 juta ini,” ujar salah satu perwakilan media yang berupaya melakukan konfirmasi.
Kekhawatiran Orang Tua dan Aturan yang Berlaku
Sebelumnya, nota yang beredar mencantumkan total belanja seragam dan atribut hingga Rp1,7 juta. Banyak orang tua siswa mempertimbangkan besaran biaya tersebut dinilai sangat memberatkan, apalagi ditengah kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan ini. Selain itu, muncul dugaan seolah-olah pembelian di koperasi sekolah adalah kewajiban, padahal aturan Permendikbudristek melarang keras pemaksaan pembelian seragam di tempat tertentu.
Karena belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah, masyarakat berharap Dinas Pendidikan propinsi jatim segera melakukan pengecekan langsung dan memberikan penjelasan terbuka. Hal ini penting agar tidak ada keraguan di tengah masyarakat serta memastikan pelayanan sekolah tetap transparan dan tidak membebani wali murid.
REPORTER
(Team )

