Mempawah, Kalbar — Pena.my.id – Panglima Muda Dewan Pimpinan Daerah Laskar Pemuda Melayu (DPD LPM) Kabupaten Mempawah, Dedi Juniandi,S.Sos ( Dedi Djendol ), menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan Tabligh Akbar yang akan digelar pada 3 Oktober 2026 di Sabang Merah, Kabupaten Sanggau bahkan disemua Wilayah kalimantan barat, Dan ini semua sesuai dan searah dengan komando yang diberikan Ketua DPP LPM Provinsi kalimantan barat ( Panglima besar Adhy Black ) serta searah dengan Komandan KILL ( Afriansyah / Aff ) dari KILL DPP LPM dan TRC DPP KILL ( Rudy H ) .
Kegiatan tersebut menghadirkan Tuan Guru Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. sebagai pengisi tausiah.
Sekretaris DPD LPM Kab Mempawah mewakili DPD LPM memandang kegiatan tersebut sebagai momentum yang sangat bagus guna memperkuat nilai keagamaan dan tak kalah penting ialah silaturahmi secara luas Bukan sebagai pemecah. Dan kita bersama sama memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut secara aman, tertib, damai dan kondusif.
DPD LPM Kabupaten mempawah menegaskan bahwa dukungan terhadap Tabligh Akbar harus berjalan seiring dengan semangat saling menghormati sesama. Perbedaan agama, suku, budaya dan latar belakang sosial merupakan bagian dari realitas kebangsaan Indonesia yang harus dihormati dan dijaga dalam kehidupan bermasyarakat karna itu takdir Tuhan dan kita tak bisa memilih terlahir sebagai suku maupun agama apa.
Kite boleh berbede Suku dan agama tapi kite bersodare dalam bingkai negare kesatuan republik indonesia, Make kite cintai perbedean dan kite same same jage kalimantan barat dan negeri tercinte kite indonesia ini, Imbuh Mohlis saka
Seluruh jajaran LPM di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat diharapkan turut memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing. Kehadiran organisasi masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus ikut memperkuat persatuan, ketertiban dan keharmonisan daerah.
Tabligh Akbar di Sabang Sanggau diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan persaudaraan kemanusiaan, sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan dapat berjalan selaras dengan nilai kebangsaan, Pancasila dan penghormatan terhadap keberagaman yang telah lama ada di negeri ini.
“Bersame ulame, bersame umat, menjage persodarean dan keharmonisan kalimantan Barat. Perbedean bukan alasan untok saling menjaoh, tetapi menjadi bagian dari tanggong jawab kite untok saleng menghormati sebagai sesame manusie dan sesame anak bangse.” tutup Mohlis saka
Red : Sy Mohsin
Melintang Patah, Membujur Lalu
Sumber : DPD LPM Kab Mempawah

