Agustus 25, 2026

Belajar dari Natanael, Mengenal Tuhan melalui Kejujuran dan Ketulusan

INSTANSI PEMERINTAHAN


| Lauran, Senin, 24 Agustus 2026
LAURAN – Pastor Pius Heljanan, MSC, mengajak umat untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati dengan meneladani sikap Natanael atau Bartolomeus, Rasul, yang dikenal memiliki kejujuran, keberanian, ketulusan, serta niat suci dalam mengikuti dan mengakui Yesus Kristus.

Dalam refleksinya berdasarkan Injil Yohanes 1:45-51, Pastor Pius menekankan bahwa Yesus memberikan penghargaan terhadap ketulusan dan kejujuran Natanael. Hal tersebut terlihat ketika Yesus menyampaikan, “Lihat, inilah seorang Israel sejati.”

Menurut Pastor Pius, Natanael juga menunjukkan keberanian dalam menyatakan iman ketika berhadapan dengan Yesus. Ia membuat pengakuan iman dengan mengatakan, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel.”

Pastor Pius mengatakan, pengalaman iman kepada Tuhan tidak seharusnya berhenti pada pengenalan pribadi, tetapi perlu diwujudkan melalui kesaksian kepada sesama, baik melalui perkataan maupun perbuatan yang baik.

“Kita dipanggil untuk mengenal Tuhan atas cara yang sama. Pengalaman iman akan Tuhan itu harus diwartakan kepada sesama dalam kata dan perbuatan baik,” demikian refleksi Pastor Pius.

Ia menegaskan, seorang pengikut Yesus sejati perlu memiliki keberanian untuk mewartakan Tuhan sekaligus mempertahankan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut menjadi bagian penting dari kesaksian iman seorang Kristiani.

“Pengikut Yesus sejati, harus jujur dan berani mewartakan Tuhan seperti Natanael,” katanya.

Pastor Pius juga mengajak umat untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang terbuka serta memberikan ruang bagi Tuhan untuk menuntun setiap langkah kehidupan.

“Datanglah bertemu Tuhan, buka hatimu, biarkan Tuhan menuntun langkah hidupmu. Percayalah, dirimu akan melihat tanda-tanda heran dalam hidupmu,” ujar Pastor Pius.

Refleksi tersebut mengingatkan umat bahwa kehidupan sebagai pengikut Yesus bukan hanya tentang pengakuan iman melalui kata-kata, tetapi juga tentang keberanian mewujudkan iman melalui kejujuran, ketulusan, kesetiaan, dan perbuatan baik dalam kehidupan bersama.
(Editor: johanis kopong)
(Sumber: Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *