Juli 20, 2026

Aksi Heroik Damkarmat Banyuwangi Evakuasi Lansia dari Sumur, Operasi Penyelamatan Berakhir Duka

BANYUWANGI, pena.my.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam operasi penyelamatan atau rescue. Kali ini, personel Damkarmat bersama Basarnas berhasil mengevakuasi seorang lansia yang ditemukan di dalam sumur di Dusun Karanglo, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (18/4/2026) malam.

Peristiwa bermula ketika seorang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Agus Hari Suprasetyo, mendatangi Kantor Damkarmat Sektor Srono untuk melaporkan dugaan seorang lansia terjatuh ke dalam sumur. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan koordinasi antara Damkarmat Sektor Srono, Mako Induk, dan Basarnas guna mempersiapkan operasi evakuasi menggunakan peralatan confined space rescue.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban terakhir kali terlihat berada di rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Namun hingga siang hari keberadaannya tidak diketahui sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian. Sekitar pukul 17.40 WIB, salah seorang anggota keluarga menemukan sepasang sandal mengapung di permukaan air sumur. Dugaan korban berada di dalam sumur pun menguat.

Karena kondisi sumur yang sempit, dalam, dan berisiko tinggi, warga tidak berani melakukan evakuasi secara mandiri demi menghindari jatuhnya korban tambahan. Keputusan kemudian diambil untuk meminta bantuan Damkarmat Banyuwangi.

Setibanya di lokasi, petugas rescue Damkarmat Banyuwangi, Ribut Hendrianto, turun langsung ke dalam sumur dengan perlengkapan penyelamatan khusus. Dari permukaan, tim Damkarmat bersama Basarnas melakukan pengamanan dan proses evakuasi menggunakan sistem tali, tripod, body harness, carabiner, webbing, senter, serta SCBA yang merupakan standar operasi penyelamatan di ruang terbatas (confined space).

Setelah proses evakuasi berlangsung, korban berhasil diangkat dari dalam sumur. Namun korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Korban diketahui bernama Katimah, warga Dusun Karanglo, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, yang lahir di Banyuwangi pada 15 Oktober 1939.

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan sinergi berbagai unsur, antara lain Damkarmat Banyuwangi, Basarnas, TNI, Polri, RAPI, perangkat desa, Redkar, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan proses evakuasi berlangsung aman sesuai prosedur.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keberadaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding penanganan kebakaran semata. Kemampuan personel dalam operasi penyelamatan berisiko tinggi, termasuk evakuasi di ruang terbatas, menjadi bagian penting dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Peristiwa tersebut juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, khususnya sumur tua atau sumur terbuka, serta segera melaporkan kepada petugas berwenang apabila menghadapi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman.

Sesuai semangat yang terus dipegang oleh seluruh personel Damkarmat Banyuwangi, “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri,” setiap panggilan darurat merupakan amanah untuk melindungi jiwa dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(kasiono)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *