Mahasiswa UNIMEN Tampilkan Tari Pulu Mandoti dan Monolog Balada Sumarah di PEKSIMIDA Sulsel 2026

MAKASSAR, 05.08.2026//, pena.my.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) membawa kekayaan budaya lokal ke panggung Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Sulawesi Selatan 2026. Dalam ajang yang digelar di Baruga Colliq Pujie Universitas Negeri Makassar, kontingen UNIMEN tampil pada dua cabang lomba, yakni seni tari dan monolog.
Pada cabang seni tari, mahasiswa UNIMEN membawakan Tari Pulu Mandoti, sebuah karya yang terinspirasi dari kekayaan budaya masyarakat Enrekang. Koreografi tersebut menampilkan gerakan yang merepresentasikan nilai-nilai tradisi sekaligus menjadi upaya memperkenalkan budaya lokal Massenrempulu kepada masyarakat yang lebih luas.
Penampilan tari tersebut dimentori oleh seniman berbakat Maryam, S.Pd., M.Pd., Gr. yang membimbing para penari sejak tahap eksplorasi gerak hingga penyempurnaan koreografi agar mampu menyampaikan pesan budaya secara utuh di atas panggung.
Sementara itu, pada cabang monolog, kontingen UNIMEN menampilkan Balada Sumarah, sebuah pertunjukan yang menitikberatkan pada kekuatan interpretasi karakter, penghayatan naskah, serta kemampuan akting.
Monolog tersebut dibimbing oleh budayawan Dr. Muhammad Junaedi Mahyuddin, M.Pd. yang membina mahasiswa dalam aspek vokal, ekspresi, dan pendalaman karakter sehingga mampu memberikan penampilan yang maksimal di hadapan dewan juri.
Keikutsertaan UNIMEN pada dua cabang seni tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa mengembangkan potensi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni dan budaya. Ajang PEKSIMIDA dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus memperkenalkan kreativitas mahasiswa di tingkat regional.
Kepala Biro Kemahasiswaan UNIMEN, Rasman Razak, mengatakan partisipasi mahasiswa dalam kompetisi seni merupakan bentuk komitmen kampus untuk memberikan ruang yang seimbang bagi pengembangan akademik maupun nonakademik.
“Dukungan terhadap mahasiswa yang berlaga di ajang seni seperti PEKSIMIDA merupakan bagian dari komitmen UNIMEN dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki prestasi di bidang seni dan budaya,” ujarnya.
Menurut Rasman, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat daerah menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring antarkampus, sekaligus mengasah kemampuan berkarya di hadapan publik dan dewan juri.
PEKSIMIDA merupakan agenda berkala yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dalam berbagai cabang seni. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang apresiasi terhadap budaya dan kreativitas generasi muda.
Bagi kontingen UNIMEN, keikutsertaan pada PEKSIMIDA Sulsel 2026 bukan sekadar mengejar prestasi. Membawa Tari Pulu Mandoti dan Balada Sumarah ke panggung regional menjadi cara memperkenalkan identitas budaya Massenrempulu kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus membuktikan bahwa karya seni mahasiswa daerah mampu bersaing dan tampil membanggakan di tingkat regional.
Redaksi: Yd
Editor: Yd
