Agustus 3, 2026

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Evakuasi Masih Berlangsung

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Evakuasi Masih Berlangsung

Madura – www.pena.my.id // Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura menewaskan lima orang dan menyebabkan 41 orang lainnya hilang. Kementerian Perhubungan masih mencocokkan data penumpang, sementara penyebab kebakaran diselidiki.

Setidaknya lima orang tewas dan 41 orang lainnya masih hilang setelah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Pulau Madura pada Minggu (02/08), menurut pihak berwenang.

KMP Mutiara Sentosa 2 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan manifes awal, kapal tersebut mengangkut 271 orang, terdiri atas 232 penumpang dan 39 awak kapal.

Dilansir dari Detik, hingga Senin (03/08), Kementerian Perhubungan bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan pencocokan manifes untuk memastikan jumlah pasti penumpang yang berada di atas kapal serta korban yang berhasil dievakuasi.

“Satu per satu kapal yang datang dicocokkan datanya untuk memastikan berapa jumlah onboard dan berapa yang dievakuasi. Harapannya semua data terkumpul dengan baik sehingga memberikan kepastian kepada keluarga yang sedang menunggu,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (03/08).

Sebanyak 225 orang sejauh ini telah berhasil dievakuasi. Menhub mengatakan salah satu kapal yang membawa korban selamat ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kapal Meratus Pematang Siantar berhasil mengangkut 113 orang. Sementara itu, kapal-kapal evakuasi lainnya masih dijadwalkan tiba di Surabaya dan operasi pencarian terus berlangsung.

Sejumlah penumpang dilaporkan sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dan dievakuasi oleh kapal-kapal di sekitar lokasi. Empat kapal lain sempat bersiaga, tetapi tidak dapat langsung merapat karena adanya material yang mudah terbakar di atas feri.

Penanganan medis korban selamat jadi fokus utama
Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengatakan penanganan korban selamat menjadi prioritas pemerintah.

“Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Sebagaimana yang dilaporkan, saat ini ada lima penumpang yang dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan medis bagi para korban selamat kini menjadi fokus utama, sementara koordinasi operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta pendataan lanjutan dilakukan oleh Basarnas.

Sebelumnya, pejabat senior Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, mengatakan proses evakuasi terus dilakukan.

Berdasarkan laporan awal dari lapangan, penumpang sedang menunggu untuk dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keselamatan penumpang dan awak kapal adalah prioritas utama kami. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan efektif,” tambahnya.

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Minggu (02/08) pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Laporan darurat kemudian diteruskan oleh pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB setelah komunikasi dengan nahkoda terputus.

Saat tim penyelamat tiba di lokasi sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, sebagian besar badan kapal dilaporkan telah terbakar.

Kepanikan sempat terjadi ketika penumpang berkumpul di anjungan dan haluan kapal sambil mengenakan pelampung.

Sejumlah penumpang juga dilaporkan melompat ke laut sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal di sekitar lokasi. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.

Kecelakaan kapal masih menjadi tantangan
Kecelakaan transportasi laut masih beberapa kali terjadi di Indonesia. Faktor cuaca buruk, kondisi kapal, hingga penerapan standar keselamatan kerap menjadi sorotan dalam berbagai insiden, meski penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih belum diketahui.

Bulan lalu, sebuah feri yang mengangkut lebih dari 70 orang tenggelamdi dekat Pulau Selayar, Sulawesi Selatan. Empat orang ditemukan meninggal dunia, sementara 14 lainnya masih hilang hingga operasi pencarian berakhir.

 

Redaksi PENA

Marsel

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *