- Pengantri mengamuk diSPBU Amoito akibat tidak diberi akses pengisian berulang
Konawe Selatan _ pena.my.id Geram karena tidak diberikan akses untuk melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite secara berulang-ulang karena pihak SPBU menjalankan sesuai aturan pendistribusian nya secara benar,yang hanya boleh melakukan pengisian sebanyak satu kali dan sesuai barcode dan unit mobil.
Salah seorang pengantri BBM yang menggunakan kendaraan mobil pickup warna putih bernama Latif, yang hendak melakukan pengisian berulang pada hari kamis(23 juli 2026)malam, sekitar pukul 20.15 WITA tidak dilayani lagi oleh petugas nozel.
Akibat tidak dilayani lagi untuk diisikan kembali,pengantri tersebut memaki_maki petugas nozel perempuan bernama Elsa dengan segala perkataan yang tidak pantas.”Kau cebokan saja itu pertalite.Goblok kamu.”Ujar Elsa menirukan ucapan Latif
Begitupula tindakan dan perkataan Latif kepada salah seorang petugas nozel laki_laki,Aswar yang menolak mengisikan mobil Latif secara berulang, tidak luput dari makiannya Latif “Anjing kamu” kata Latif yang ditujukan kepada Aswar.Latif mengaku masih dendam kepada Aswar.”Itu juga Aswar masih saya simpan_simpankan.Nanti saya ketemu.” Kata Latif kepada awak media
Tidak berhenti sampai disitu.Keesokan harinya,Jum’at(24/juli 2026) Sekitar pukul 09.00 WITA,Latif mendatangi petugas Security SPBU bernama Jusrin,dan langsung melontarkan
kata_kata yang berujarkan kemarahan.”Kenapa kamu larang saya mengisi ulang kembali.SPBUnyakah bapakmu!”Serang Latif dengan kata kasar
Menanggapi hal ini,Jusrin yang ditemui awak media mengatakan bahwa sebagai petugas dan pelayan masyarakat,itu merupakan resiko tugas yang harus diterima walaupun sakit dibatin,tapi kepala harus dingin.”Dia menuduh saya,katanya saya yang selalu menuju kearah nozel memberitahukan petugas nozel,agar mobilnya jangan diisikan lagi.Sementara katanya petugas nozel
mau isikan.”Jelas Jusrin
Atas adanya kejadian ulah dari para pengantri yang bermacam-macam karakter ini,baik diSPBU tersebut maupun diSPBU lain yang kerap mendapatkan intimidasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab, pihak kepolisian diharapkan turun tangan menghentikan
aktifitas pengantrian berulang_ulang dengan memakai kendaraan mobil.
_Jusrin Damiu_

