Juli 9, 2026

Kantor Dinas Ketahanan Pangan Enrekang Memprihatinkan, Atap Rusak dan Kantor Lengang Saat Jam Kerja

Kantor Dinas Ketahanan Pangan Enrekang Memprihatinkan, Atap Rusak dan Kantor Lengang Saat Jam Kerja

Enrekang, pena.my.id – Kondisi Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang, menuai sorotan. Saat kami dari media melakukan pemantauan pada Kamis (9/7/2026), bangunan yang menjadi pusat pelayanan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut tampak mengalami kerusakan cukup serius, sementara aktivitas perkantoran terlihat minim pada jam kerja.

Kerusakan terlihat jelas pada bagian atap teras. Sejumlah plafon tampak lepas, rangka atap terlihat lapuk, dan beberapa bagian bangunan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pegawai maupun masyarakat yang datang mengurus keperluan di kantor tersebut.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan gedung yang hingga kini masih digunakan sebagai pusat pelayanan publik.

Selain persoalan bangunan, suasana kantor saat jam kerja juga tampak lengang. Ketika kami media berada di lokasi, hanya terlihat seorang pegawai perempuan di bagian depan kantor, sedangkan ruang-ruang kerja lainnya tampak sepi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang, drg. Sri Siswaty Zainal, memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, kondisi bangunan memang disebabkan faktor usia karena gedung tersebut merupakan bekas Rumah Sakit Umum (RSU) lama.

“Kalau untuk bangunan memang ini bekas RSU lama. Untuk keberadaan pegawai hari ini, kami ada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Lo’ko, Kecamatan Masalle, ada kegiatan Pengembangan Karakter di Kodim, ada tim yang turun pengawasan keamanan pangan, serta ada tim turun pemantauan harga,” jelasnya.

Ia membantah anggapan bahwa bangunan tidak mendapat perawatan.

“Bukan tidak terawat, tapi memang kondisinya bangunan tua. Kami sudah berkoordinasi dengan TNI untuk membongkar atap yang rapuh. Insyaallah akan segera dibongkar,” ujarnya.

Sri Siswaty juga mengungkapkan bahwa Bupati Enrekang sebelumnya pernah menyarankan agar kantor tersebut dipindahkan ke lokasi lain. Namun, usulan itu belum direalisasikan karena pihaknya menilai lahan kantor masih memiliki nilai strategis.

“Pak Bupati memang sudah pernah menyuruh kami pindah kantor. Tapi saya sampaikan, izin Pak Bupati, lahan ini cukup luas dan masih bisa dimanfaatkan untuk penanaman berbagai jenis sayuran sebagai sarana edukasi dan pengembangan program ketahanan pangan,” katanya.

Terkait minimnya pegawai di kantor saat peliputan berlangsung, ia menjelaskan bahwa sebagian besar aparatur sedang menjalankan tugas kedinasan di lapangan.

“Hari ini memang tim banyak turun lapangan. Jadi untuk di kantor masih ada beberapa orang, dan di bidang-bidang juga ada beberapa orang yang berada di ruang bangunan bawah,” tambahnya.

Meski demikian, kondisi fisik kantor yang rusak tetap menjadi perhatian. Sebagai fasilitas pelayanan publik, bangunan yang aman dan layak merupakan kebutuhan mendasar agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan baik serta memberikan rasa aman bagi pegawai maupun warga yang datang.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Enrekang segera mengambil langkah konkret dengan mengalokasikan anggaran rehabilitasi atau pembangunan kantor yang lebih representatif. Penanganan yang cepat dinilai penting agar pelayanan publik tidak terganggu dan risiko keselamatan akibat kerusakan bangunan dapat dihindari.

Foto: Kondisi Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang di Jalan Jenderal Sudirman tampak mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon. Pihak dinas menyebut bangunan tersebut merupakan bekas RSU lama dan menyatakan pembongkaran bagian atap yang rapuh akan segera dilakukan.
Redaksi: Yd

Editor Yd

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *