Denpasar – PenaMYD .Dari 1984 hingga kini, TPA suwung menuju penutupan dan transformasi Denpasar bali- pemerintah propinsi Bali,mulai mengambil langkah strategis dalam penanganan persoalan sampah, dengan rencana penutupan TPA suwung yang selama ini menjadi pusat pembuangan utama di Bali selatan.
Gubernur Bali,Wayan Koster menegaskan,bahwa kondisi TPA suwung saat ini merupakan akumulasi persoalan panjang yang telah berlangsung sejak tahun 1984, iya menyebutkan bahwa permasalahan tersebut adalah warisan sistem lama, yang kini harus diselesaikan secara bertahap dan terencana.
” Persoalan ini bukan muncul tiba-tiba ,tetapi sudah berlangsung puluhan tahun. Sekarang saatnya kita benahi secara menyeluruh” terangnya.
Selama ini TPA suwung menampung sampah dari wilayah Denpasar,badung, serta daerah sekitarnya namun kapasitas yang semakin terbatas serta dampak lingkungan seperti,pencemaran air,bau tidak sedap,dan emisi gas menjadi perhatian serius pemerintah,sebagai bagian dari transformasi, pemerintah mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola lama menuju pengelolaan berbasis sumber.
Masyarakat diharapkan mulai memilah sampah organik dan anorganik darirumah tangga,serta mengurangi penggunaan bahan sulit terurai,selain itu pengembangan teknologi pengolahan sampah moderen juga menjadi fokus untuk menggantikan sistem penumpukan terbuka ( open dumping) yang selama ini digunakan di TPA suwung.
Penutupan TPA suwung tidak hanya menjadi langkah teknis,tetapi juga simbol perubahan dalam cara pandang terhadap pengelolaan sampah di Bali.
Pemerintah berharap ,langkah ini dapat menjadi awal dari sistem yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat,Bali diharapkan mampu keluar dari persoalan sampah yang telah,berlangsung lebih dari empat dekade, menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat.
(Ly / kuncir )

