September 17, 2026

Dialog Kemanusiaan di Sumba Barat:

 

Sumba barat. Www.pena.my id. //

Bupati dan Kapolres Berhasil Mediasi Keluarga Korban, Jenazah Almarhum Dipulangkan ke Baliledo

SUMBA BARAT – Dalam upaya meredakan ketegangan pasca-insiden penembakan warga sipil oleh oknum polisi, pertemuan antara Bupati Sumba Barat dan Kapolres Sumba Barat dengan keluarga korban telah membuahkan hasil positif.

Melalui dialog yang penuh empati dan saling menghormati, keluarga korban akhirnya bersedia membawa pulang jenazah almarhum ke kampung halaman di Baliledo. Keputusan ini merupakan langkah krusial dalam proses pemulihan duka sekaligus mencegah potensi eskalasi konflik yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Keluarga korban secara tegas menyatakan harapannya agar situasi di wilayah hukum Polres Sumba Barat segera kembali kondusif.

Pernyataan ini bukan hanya mencerminkan kedewasaan emosional keluarga yang sedang berduka, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur hukum dan komunikasi yang bermartabat, bukan melalui tekanan massa atau aksi anarkis.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi dan dukungan terhadap rekonsiliasi sosial, pihak kepolisian dan pemerintah daerah berkomitmen untuk:

Memastikan Proses Pemulangan Jenazah yang Bermartabat:

Mengawal proses pemakaman di Baliledo dengan pengawalan keamanan yang memadai namun tidak represif, serta memberikan pendampingan psikososial dan logistik bagi keluarga selama masa berkabung.

Mempercepat Investigasi Independen:

Propam Polda NTT wajib menyelesaikan pemeriksaan internal terkait insiden penembakan secara transparan, dan hasilnya harus dikomunikasikan langsung kepada keluarga korban serta tokoh masyarakat setempat sebagai wujud penghormatan terhadap kepercayaan yang telah diberikan.

Membangun Mekanisme Dialog Berkala

Membentuk forum komunikasi rutin antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat/agama, dan perwakilan keluarga korban untuk mencegah kesalahpahaman di masa depan serta memastikan aspirasi masyarakat tersalurkan secara konstruktif.

Menjaga Stabilitas Keamanan Tanpa Represi:

Aparat keamanan diminta untuk tetap waspada namun tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memicu kembali ketegangan.

Fokus utama adalah perlindungan warga sipil dan penciptaan rasa aman yang berbasis pada kepercayaan, bukan ketakutan.

Kami mengapresiasi keberanian keluarga korban yang memilih jalan damai di tengah duka yang mendalam.

Sikap ini seharusnya menjadi teladan bagi kita semua bahwa keadilan sejati tidak akan tercapai jika dibarengi dengan kekerasan atau kebencian.

Mari kita dukung proses pemulihan ini dengan hati yang terbuka, pikiran yang jernih, dan komitmen teguh untuk menjaga persaudaraan di Tanah Sumba.

Turut Berdukacita Oledadi

 

Redaksi www.pena my id//

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *