Www.pena.my.id.//
diduga oleh warga setempat. Penolakan itu dengan cara membentangkan spanduk di lokasi pembangunan.
Pantauan detikJatim, pada bagian pembatas lahan gereja yang terbuat dari seng sudah tertempel 3 spanduk berukuran relatif besar. Ketiganya berukuran berbeda dengan tulisan yang juga berbeda-beda.
Spanduk pertama berukuran kurang lebih 5×1,5 meter hampir memenuhi pagar seng bertuliskan “KAMI SELURUH MUSLIM WARGA RW 05 TERKHUSUS RT.01-RW.05 DK. KUKUN. UNTUK MENJAGA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PEMBANGUNAN GEREJA INI BELUM ADA KESEPAKATAN/PERSETUJUAN DARI WARGA, MOHON DISELESAIKAN DULU.”
Kemudian, spanduk kedua dengan ukuran sekitar 4×1,5 meter bertuliskan, “JANGAN TUDUH WARGA INTOLERAN !!! GEREJA INI DIBANGUN TANPA IZIN WARGA DK. KUKUN RT.01-RW.05 YANG MASIH WILAYAH KAMI.”
Lalu, spanduk ketiga berukuran lebih kecil sekitar 2×1 meter bertuliskan peringatan kepada pihak gereja untuk mengindahkan permintaan warga. “KAMI WARGA SEPAKAT. MOHON DISELESAIKAN DULU BILA TIDAK DITINDAKLANJUTI SAMA PIHAK GEREJA, JANGAN SALAHKAN KAMI BILA STOP PEMBANGUNAN.”
Di dalam lingkungan proyek pembangunan gereja tersebut sama sekali tidak terlihat adanya aktivitas pekerja meski ada beberapa motor dan satu alat berat di dalam lingkungan tersebut.
Spanduk itu pun menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan Citraland hingga menimbulkan spekulasi. Salah satunya adalah Pramitha, pengguna jalan cukup sering melintas di kawasan itu.
“Ramai kan di medsos ada penolakan gereja, nggak tahu juga kenapa. Deket sini juga ada GBI. Semoga ada solusi, karena kalau soal gini sensitif, kan? Surabaya kan dikenal kota toleransi,” kata Pramitha, Jumat (14/8/2026).
Redeksi pena
