Agustus 5, 2026

 Stok BBM Nasional Diklaim Aman, Muna Barat Justru Krisis Pertalite; Warga Antre Berjam-jam, Harga Eceran Tembus Rp18 Ribu

Stok BBM Nasional Diklaim Aman, Muna Barat Justru Krisis Pertalite; Warga Antre Berjam-jam, Harga Eceran Tembus Rp18 Ribu

MUNA BARAT, pena.my.id – Pemerintah pusat mengklaim stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Masyarakat setempat harus mengantre selama berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hanya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Kelangkaan tersebut juga berdampak pada melonjaknya harga BBM di tingkat pengecer. Pertalite bahkan dijual hingga mencapai Rp18.000 per liter, lebih tinggi dibandingkan harga Pertamax di sejumlah daerah.

Pengamat Kebijakan Publik, Didin Alkindi, kepada media pada Selasa (4/8/2026), menilai kondisi tersebut merupakan anomali yang harus segera menjadi perhatian dan dievaluasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Di pusat dikatakan stok BBM aman, tetapi di Muna Barat masyarakat justru harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini tentu menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab,” ujar Didin.

Menurutnya, BBM bukan sekadar bahan bakar kendaraan, melainkan penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika distribusi terganggu, dampaknya akan dirasakan langsung oleh nelayan, petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada ketersediaan Pertalite.

Sementara itu, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk menggunakan BBM jenis Pertamax. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi konsumsi Pertalite sehingga kuotanya dapat lebih diprioritaskan bagi masyarakat yang berhak menerima BBM bersubsidi.

Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai hanya sebagai solusi jangka pendek. Akar persoalan berupa distribusi BBM yang belum berjalan optimal dinilai harus segera dibenahi oleh pemerintah bersama pihak terkait agar kelangkaan tidak terus berulang.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Jika stok BBM nasional benar-benar dalam kondisi aman seperti yang disampaikan pemerintah pusat, mengapa warga Muna Barat masih harus mengantre berjam-jam dan bahkan membeli Pertalite dengan harga yang jauh di atas harga eceran resmi?
Redaksi: Yd
Editor: Yd

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *