Juni 1, 2026

Peringati HUT ke-733 Kota Surabaya, Pasopati Cakra Nusantara Gelar Budaya “Gerbang Nusantara” Berlangsung Semarak.

Peringati HUT ke-733 Kota Surabaya, Pasopati Cakra Nusantara Gelar Budaya “Gerbang Nusantara” Berlangsung Semarak.


​SURABAYA – www.pena.my.id  // Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-733 Kota Surabaya, Pasopati Cakra Nusantara sukses menggelar acara Gelar Budaya bertajuk “Gerbang Nusantara”.

Event yang sarat akan nilai tradisi, seni, dan spiritualitas ini berlangsung selama dua mulai hari ini, sabtu 31 Mei hingga 1 Juni 2026, bertempat di Balai Pemuda, Alun Alun Kota Surabaya.

Acara ini diselenggarakan sebagai wujud nyata memperkuat identitas budaya Nusantara, sekaligus memberikan ruang edukasi dan hiburan yang segar bagi masyarakat Kota Pahlawan.

​Festival budaya yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini menghadirkan beragam agenda menarik yang memadukan unsur seni pertunjukan, pameran benda pusaka, hingga layanan sosial-spiritual.

​Dihadiri Tokoh Penting dan Budayawan Se-Jawa Timur,
​Kemegahan acara ini tidak lepas dari hadirnya berbagai tokoh penting, praktisi hukum, serta ratusan pelaku budaya dari berbagai penjuru Jawa Timur.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain:
​Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Surabaya,
​Dewan Kebudayaan Kota Surabaya,
​Ketua Umum Madra Jawa Timur,
​Pengurus DPC Peradi Kota Surabaya,
​Ki Eyang Jati Kusumo (Tokoh Sepuh Budayawan),
​Ki Empu Bagus (Ketua Umum Pasopati Cakra Nusantara).

​Selain itu, gaung persatuan Nusantara sangat terasa dengan hadirnya para perwakilan ketua paguyuban dan komunitas budaya se-Jawa Timur yang datang dari berbagai daerah, seperti Kediri, Malang, Sidoarjo, Gresik, Ponorogo, Pasuruan, Mojokerto, Tulungagung, dan wilayah lainnya.

​Dalam rangkaian kegiatan dan daya tarik utama,
​Ketua Umum Pasopati Cakra Nusantara, Ki Empu Bagus, menyampaikan bahwa esensi dari “Gerbang Nusantara” ini adalah menjaga api tradisi agar tetap menyala di tengah modernisasi zaman, khususnya di momen bersejarah hari jadi Kota Surabaya.

​Masyarakat yang hadir disuguhkan dengan berbagai daya tarik utama, di antaranya:
​Seni Pertunjukan Tradisional: Menampilkan keelokan gerak dan musik khas Jawa Timuran yang memukau penonton.

​Pameran Benda Pusaka: Edukasi mengenai warisan adi luhung berupa tosan aji dan benda pusaka bernilai sejarah tinggi, guna mengenalkan filosofi leluhur kepada generasi muda.

​Layanan Sosial-Spiritual: Ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan wejangan, penyelarasan, serta kegiatan sosial yang menyentuh sisi humanis warga.

​”Acara ini sengaja kami gelar tidak hanya sebagai selebrasi ulang tahun Surabaya, tetapi sebagai penguat fondasi identitas budaya kita.
Surabaya adalah kota metropolitan yang besar, namun tidak boleh melupakan akar budayanya,” ujar Ki Empu Bagus di sela-sela acara.

​Melalui sinergi antara pemerintah melalui DPRD, Dewan Kebudayaan, praktisi hukum dari Peradi, hingga para pencinta budaya, Gelar Budaya Gerbang Nusantara ini diharapkan dapat menjadi pemantik konsisten bagi festival-festival budaya berskala besar lainnya di Jawa Timur ke depan.

 

Redaksi PENA

Wilson

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *