Mei 3, 2026

Calon Kapolda Sulteng dan Harapan akan Keadilan yang Tak Bisa Ditawar

Calon Kapolda Sulteng dan Harapan akan Keadilan yang Tak Bisa Ditawar

Presiden RI Prabowo Subianto: Polri harus bertransformasi menjadi “Polisi Rakyat” yang membela rakyat, terutama mereka yang paling lemah dan miskin

Palu. Sulteng www.pena.my.id //  (03/05/202 Posisi Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) dijabat oleh Irjen Pol Endi Sutendi, yang mendekati masa purna dinamika bursa nama calon baru mulai mencuat untuk penyegaran organisasi.

Berdasarkan arah kebijakan dan harapan publik, polisi yang diinginkan rakyat Indonesia adalah sosok yang humanis, bersih, tangguh, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat

Secara spesifik, presiden Prabowo Subianto mengatakan Polri harus bertransformasi menjadi “Polisi Rakyat” yang membela rakyat, terutama mereka yang paling lemah dan miskin

Berikut adalah karakteristik polisi yang diinginkan rakyat:

Hadir di Tengah Rakyat: Polisi yang tidak berjarak, merasakan penderitaan rakyat, dan mendengar jeritan hati rakyat.

Melindungi dan Melayani: Sesuai pasal 30 UUD 1945, polisi bertugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, bukan sekadar menegakkan hukum secara kaku.

Bersih dan Profesional: Bersih dari korupsi, tidak tebang pilih, dan memiliki integritas tinggi.Humanis dan Dekat (Polmas): Mengedepankan pendekatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) untuk mendeteksi masalah dan mencari solusi bersama warga.

Tangguh dalam Melawan Kejahatan: Menjadi garda terdepan melawan kejahatan, narkotika, dan terorisme untuk menjaga stabilitas
Polisi yang diinginkan adalah sosok yang menjadikan “Polri untuk Masyarakat” bukan hanya slogan, melainkan komitmen nyata dalam menjaga keamanan

Proses pemilihan Kapolda
Berdasarkan pada mekanisme internal Polri, dengan rincian sebagai berikut:Kapolri: Memiliki wewenang tertinggi untuk menentukan dan menetapkan nama-nama yang akan menjabat sebagai Kapolda.

Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) Polri: Melalui lembaga ini, Mabes Polri melakukan seleksi dan menyaring kandidat sebelum diusulkan kepada Kapolri.Pertimbangan: Penentuan kandidat didasarkan pada rekam jejak, pangkat, jenjang karier, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk memimpin wilayah hukum tersebut

Calon Kapolda Sulawesi Tengah
Berikut adalah beberapa figur yang masuk dalam perbincangan atau bursa calon Kapolda Sulteng:

Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H..saat ini menjabat Wakapolda Sulteng (sejak Nov 2024), didukung tokoh pemuda dan masyarakat (Abnaulkhairaat) karena dianggap putra daerah dan memahami kondisi sosial-budaya setempat.

Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han yang menjabat Wakapolda Kalimantan Timur juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh-tokoh masyarakat Sulawesi Tengah.

Selain itu muncul empat pejabat tinggi Polri memiliki latar belakang karier yang beragam, namun semuanya telah menunjukkan rekam jejak prestasi dalam penegakan hukum, manajemen krisis, serta pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman mereka di bidang operasional, intelijen, dan administrasi dipandang strategis untuk mengatasi tantangan keamanan

Irjen Djuhandhani Rahardjo Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Intelijen Polda Sulsel, Irjen Djuhandjo meraih penghargaan IKPA Terbaik atas kontribusinya dalam pemberantasan jaringan narkotika lintas provinsi. Ia dikenal dengan pendekatan berbasis intelijen yang integratif, serta kemampuannya membangun jaringan kerja sama antar lembaga.

Irjen Arif Hidayat, Pernah mengisi posisi Komandan Resor Polda Sulteng di wilayah Tolitoli selama lima tahun, Irjen Arif berhasil menurunkan angka kriminalitas daerah tersebut sebesar 23 persen melalui program komunitas aman dan patroli terpadu. Pengalaman operasionalnya mencakup penanganan konflik agraria dan bencana alam.

Irjen Budi Santoso – Sebagai Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Polri, Irjen Budi memimpin program modernisasi pelatihan polisi yang melibatkan teknologi simulasi dan e-learning. Ia juga menginisiasi program kesejahteraan keluarga polisi yang meningkatkan retensi personel.

Irjen Yudi Pratama – Berpengalaman di bidang penanggulangan terorisme, Irjen Yudi pernah memimpin tim anti-teror di Polda Jawa Barat dan berhasil menggagalkan beberapa jaringan radikal. Keahliannya dalam intelijen strategis dan koordinasi lintas sektoral menjadi nilai tambah bagi provinsi dengan potensi ancaman terorisme lintas wilayah.

Masyarakat Sulawesi Tengah berharap agar kepemimpinan baru di wilayah Sulawesi Tengah dapat melanjutkan pola kepemimpinan saat ini untuk lebih tegas melakukan pemberantasan tambang ilegal dan penindakan pelaku pengedar narkoba seluruh daerah serta mengedepankan perlindungan hukum terhadap seluruh elemen masyarakat.

Redaksi Biro Investigasi Nasional
Obeth Kapita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *